Makna dan Reduplikasi dalam Tembang Dolanan Jawa
DOI:
https://doi.org/10.60155/jbs.v13i1.702Kata Kunci:
makna, reduplikasi, tembang dolananAbstrak
Salah satu wujud budaya adalah lagu daerah yang terbentuk sebagai hasil dari kehidupan sosial masyarakat setempat. Salah satunya adalah tembang dolanan yang digunakan untuk mengiringi permainan tertentu yang keberadaannya telah berkurang. Lagu dolanan ini terdiri dari banyak lirik yang mengandung reduplikasi dengan tujuan tertentu seperti penegasan sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan reduplikasi yang ditemukan dalam lirik lagu Menthog-Menthog, Gajah-Gajah, Jaranan, Kancil, dan Ula Sawah. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan mengamati teknik catat tingkat lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima reduplikasi dalam lima tembang dolanan, yaitu, tembung dwilingga padha swara, tembung dwilingga salin swara, dwilingga semu, menara dwipurwa, dan tembung dwiwasana. Kemudian makna reduplikasi dalam tembang dolanan ditemukan beberapa makna yaitu banyak, kegiatan berulang-ulang, penegasan, dan tidak bermakna karena termasuk reduplikasi semu.


