Ideologi dalam Wacana Efisiensi Beasiswa KIP-Kuliah 2025 Kompas.com: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
DOI:
https://doi.org/10.60155/jbs.v13i1.674Kata Kunci:
Ideologi, Efisiensi Beasiswa KIP-Kuliah, Analisis Wacana Kritis, Norman Fairclough, Berita DaringAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengungkap ideologi dalam wacana efisiensi beasiswa KIP Kuliah 2025 pada portal berita daring Kompas.com. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pendekatan model Norman Fairlough. Norman Fairclough menetapkan tiga dimensi, yakni (i) dimensi teks, (ii) dimensi praktik diskursus, dan (iii) dimensi sosiokultural. Tahapan analisis data meliputi (i) proses deskripsi; (ii) proses penafsiran; dan (iii) proses eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi teks memuat frasa dan kosakata ideologi seperti pemotongan atau pengurangan, tidak terdampak efisiensi anggaran, tidak akan dikurangi, dipulihkan, semula, melanjutkan, dan diakses. Pada dimensi praktik diskursus, berita Kompas.com menggunakan diksi yang cenderung moderat dan rasional, seperti efisiensi anggaran, penyesuaian pagu, dan program tetap dilanjutkan. Pemilihan kosakata ini menunjukkan keberpihakan terhadap narasi negara yang mengedepankan stabilitas fiskal, sembari tetap memberi kesan bahwa kepentingan publik tetap dijaga. Pada dimensi sosiokultural, berita ditulis saat efisiensi beasiswa KIP-Kuliah 2025 menjadi perhatian publik. Secara institusional, berita ini merupakan bentuk tanggapan Kompas.com terhadap kasus tersebut, sementara aspek sosial menunjukkan dampak efisiensi beasiswa KIP-Kuliah 2025 terhadap ekonomi dan pendidikan masyarakat kurang mampu.


