Pemerolehan Bahasa dalam Film The King’s Speech: Perspektif Behaviorisme dan Sosiokultural
DOI:
https://doi.org/10.60155/jbs.v13i1.576Kata Kunci:
Pemerolehan Bahasa, Behaviorisme, Sosiokultural, Gagap, The King’s Speech, Terapi WicaraAbstrak
Penelitian ini membahas proses pemerolehan bahasa dan gangguan bicara yang dialami oleh tokoh utama dalam film The King’s Speech melalui pendekatan behaviorisme dan nativisme dalam ranah psikolinguistik. Film ini mengangkat kisah nyata Raja George VI yang mengalami gagap sejak kecil, namun harus menyampaikan pidato kenegaraan di tengah tekanan Perang Dunia II. Penelitian ini bertujuan menganalisis gangguan bicara tokoh utama, serta bagaimana intervensi terapi dan potensi bawaan bahasa dapat dijelaskan melalui dua pendekatan psikolinguistik utama. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis isi (content analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan behaviorisme sangat relevan dalam menggambarkan proses terapi melalui penguatan, repetisi, dan kebiasaan. Sementara pendekatan nativisme tampak melalui kemampuan tata bahasa tokoh yang tetap utuh meskipun terjadi hambatan dalam pelafalan. Penelitian ini memperlihatkan pentingnya pemahaman multidisipliner terhadap gangguan bicara, tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga dari aspek linguistik dan psikologis.


