Metode Pembelajaran Demonstrasi untuk Menguatkan Atensi Belajar Anak Usia Dini Penyandang ADHD
DOI:
https://doi.org/10.60155/mentari.v6i1.890Kata Kunci:
Demonstrasi, Atensi, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)Abstrak
Kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas ditandai oleh kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif, dan aktivitas berlebihan, sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk memperoleh gambaran mendalam tentang proses penerapan metode demonstrasi serta pengaruhnya terhadap peningkatan fokus anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi diawali dengan perencanaan yang sistematis, mencakup penetapan tujuan pembelajaran, pemilihan materi, penyediaan alat peraga sesuai tema, penentuan durasi kegiatan, serta identifikasi faktor pendukung dan penghambat. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian penjelasan singkat, demonstrasi langkah demi langkah, sesi tanya jawab, dan praktik langsung oleh anak. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan dengan observasi perilaku serta pencatatan perkembangan harian anak untuk menilai peningkatan perhatian dan keterlibatan mereka selama proses belajar. Penelitian ini merekomendasikan agar guru dan kepala sekolah terus meningkatkan kompetensi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif melalui pelatihan formal maupun pembelajaran mandiri berbasis media digital. Dengan penerapan metode demonstrasi yang tepat, diharapkan anak dengan ADHD dapat lebih fokus dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

