Pelestarian Budaya Jambi melalui Permainan Engklek untuk Meningkatkan Numerasi Siswa SDN 182/I Hutan Lindung
DOI:
https://doi.org/10.60155/mentari.v5i2.798Kata Kunci:
Numerasi, Pelestarian Budaya Jambi, Permainan Tradisional EngklekAbstrak
Pembelajaran numerasi di sekolah dasar masih menjadi tantangan karena cenderung disampaikan secara konvensional sehingga kurang menarik bagi siswa. Selain itu, permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal mulai jarang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran akibat pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai. Kegiatan permainan Engklek di SDN 182/I Hutan Lindung ini berfokus pada upaya meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekaligus melestarikan budaya lokal Jambi melalui pemanfaatan permainan tradisional Engklek yang dikenal dengan sebutan sekoci. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar, menumbuhkan minat belajar matematika melalui pembelajaran yang menyenangkan, serta mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Kegiatan permainan Engklek ini merupakan program kerja mahasiswa magang yang dilaksanakan di SD Negeri 182/I Hutan Lindung dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai subjek kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Permainan Engklek dimodifikasi dengan memasukkan unsur numerasi seperti pengenalan bilangan, urutan angka, serta soal hitungan sederhana. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes numerasi sederhana, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan permainan Engklek berbasis numerasi mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi aktif, serta pemahaman numerasi siswa. Selain itu, kegiatan ini turut mengembangkan aspek motorik, sosial, dan karakter siswa, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal Jambi.

