Onomatope Jajanan dari Tepung Tapioka (Aci) di Kabupaten Bandung (Kajian Fonestemik)
DOI:
https://doi.org/10.60155/jbs.v13i1.751Kata Kunci:
onomatope, fonestemik, nama jajanan dari tepung tapioka (aci)Abstrak
Penelitian ini mengkaji unsur onomatope dalam penamaan jajanan berbahan tepung tapioka di Bandung, seperti cimol, cireng, cipak, dan cipuk. Penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana bunyi yang muncul dalam proses pembuatan maupun saat mengonsumsi jajanan tersebut menjadi dasar pembentukan nama, serta menelaah keterkaitannya dengan kajian fonestemik dalam bahasa Sunda yang memandang adanya hubungan antara bunyi dan makna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara untuk menggali persepsi dan pengalaman penutur terkait penamaan makanan yang bersumber dari bunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua puluh nama jajanan dari tepung tapioka yang dianalisis, terdapat lima nama yang secara jelas mengandung unsur onomatope, seperti /-reng/, /-mol/, /-pak/, /kriuk/, dan /-lok/, yang menirukan bunyi alami saat memasak atau dimakan. Unsur bunyi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tiruan suara, tetapi juga membentuk identitas linguistik, menggambarkan tekstur dan rasa, serta mencerminkan cara masyarakat Sunda merepresentasikan budaya melalui kuliner. Dalam perkembangan budaya masa kini, penggunaan onomatope dalam penamaan jajanan terus berkembang seiring kreativitas pedagang dan pengaruh media sosial. Dengan demikian, onomatope memiliki peran penting dalam tradisi penamaan jajanan yang terbuat dari tepung tapioka sebagai wujud keterkaitan antara bahasa, budaya, dan pengalaman indrawi masyarakat Sunda.


