Kritik Parodi Kepemimpinan Sastra Wayang dalam Lakon Kuntul Wilaten
DOI:
https://doi.org/10.60155/dwk.v5i2.611Kata Kunci:
Parodi Kepemimpinan, Kritik Sosial, Sastra Wayang, Kuntul WilatenAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk kritik parodi terhadap kepemimpinan dalam lakon wayang Kuntul Wilaten. Fokus kajian ini adalah bagaimana tokoh-tokoh dalam lakon tersebut merepresentasikan figur pemimpin melalui pendekatan simbolik dan satiris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap teks lakon Kuntul Wilaten yang kemudian dianalisis berdasarkan unsur kritik dan parodi dalam representasi kepemimpinan tokoh-tokohnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Prabu Durjudana, Patih Sengkuni, Adipati Karna, dan Danghyang Durna merupakan representasi kritik terhadap gaya kepemimpinan yang manipulatif, berorientasi pada citra, serta mengabaikan integritas moral. Sementara itu, tokoh Pandawa dan Dewi Kuntul Wilaten menghadirkan alternatif kepemimpinan berbasis nilai kebijaksanaan, kejujuran, dan kerendahan hati. Parodi digunakan secara efektif sebagai alat untuk menyampaikan kritik sosial-politik terhadap elite kekuasaan yang tidak siap diuji secara etis dan spiritual. Lakon ini relevan untuk merefleksikan model kepemimpinan ideal di tengah krisis etika politik masa kini.




