LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis
<p>ISSN: 2797-7900 (Online)<br />ISSN: 2797-7919 (Cetak)<br />DOI: <a href="https://doi.org/10.60155/Leksis">doi.org/10.60155/Leksis</a><br />Penerbit: STKIP PGRI Ponorogo Press<br />Alamat: Jalan Ukel No. 39, Kertosari, Babadan, Ponorogo<br />Email: jurnalleksisstkippo@gmail.com</p> <p>Frekuensi terbitan<br />Dua kali dalam setahun<br />April - Oktober</p>STKIP PGRI Ponorogo Pressid-IDLEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia2797-7919Analisis Semantik Leksikal pada Lirik Lagu dalam Mini Album "Kalah Bertaruh" karya Nadin Amizah
https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis/article/view/477
<p>Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keberadaan makna asosiatif dan makna konseptual pada lirik lagu dalam mini album Kalah Bertaruh karya Nadin Amizah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak-catat dan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan makna konseptual pada lagu (1) “Seperti Tarian yang Tak Kunjung Selesai” berjumlah 34 kata, (2) “Hormat kepada Angin” berjumlah 35 kata, (3) “Seperti Takdir Kita yang Tulis” berjumlah 29 kata, (4) “Menangis di Jalan Pulang” berjumlah 34 kata, dan (5) “Dan, Selesai” berjumlah 24 kata. Sedangkan makna asosiatif yang terkandung pada lagu (1) “Seperti Tarian yang Tak Kunjung Selesai” berjumlah 6 kata, (2) “Hormat kepada Angin” berjumlah 7 kata, (3) “Seperti Takdir Kita yang Tulis” berjumlah 3 kata, (4) “Menangis di Jalan Pulang” berjumlah 1 kata, dan (5) “Dan, Selesai” berjumlah 2 kata.</p> <p> </p> <p> </p>Deisy Permata Nurfaizar SariAgi Ahmad Ginanjar
Hak Cipta (c) 2025 LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2025-10-022025-10-025210.60155/leksis.v5i2.477Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Podcast Denny Sumargo Edisi Maret 2025
https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis/article/view/680
<p>Penelitian ini mengkaji tindak tutur direktif dalam <em>podcast</em> Denny Sumargo edisi Maret 2025 yang fokus penelitiannya diarahkan pada bentuk dan fungsi tindak tutur yang muncul dalam interaksi pembawa acara dan bintang tamu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak, catat, dan transkripsi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teori Searle. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif ditemukan dalam bentuk meminta, memerintah, menasihati, menyarankan, dan menuntut. Pada kedua episode, bentuk direktif yang dominan adalah menyarankan dan menasihati. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif berfungsi tidak hanya untuk menyampaikan maksud penutur, tetapi juga untuk membangun hubungan interpersonal, mencerminkan sikap, serta menciptakan suasana komunikasi yang lebih hidup dalam podcast.</p>Lutfi HardiyantiCutiana Windri AstutiSiti Munifah
Hak Cipta (c) 2025 LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2025-10-022025-10-025210.60155/leksis.v5i2.680Asal Usul Nama-Nama Dusun di Desa Barengkrajan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo
https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis/article/view/549
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etimologi nama-nama dusun di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keragaman nama-nama dusun yang masing-masing memiliki narasi sejarah yang berbeda di wilayah tersebut. Penelitian ini meneliti empat dusun, yaitu Barengkrajan, Sidorono, Bantengan, dan Badas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, perekaman, transkripsi, penerjemahan, dan dokumentasi. Data diperoleh melalui informan, khususnya tokoh masyarakat dan penduduk lokal yang memiliki keahlian dalam sejarah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan Dusun Barengkrajan berkaitan dengan peristiwa bersejarah, yaitu pertikaian antara Pandensari dan Mbah Serigo. Nama Dusun Sidorono berasal dari interpretasi masyarakat terhadap istilah "Sidha Rana," yang berarti menuju kebijakan yang lebih baik. Penamaan Dusun Bantengan merujuk pada tradisi permainan bantengan yang populer di kalangan masyarakat setempat. Sedangkan asal-usul Dusun Badas masih belum sepenuhnya jelas, namun diyakini muncul akibat pemekaran wilayah setelah kemerdekaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penamaan dusun di Desa Barengkrajan tidak hanya mencerminkan identitas lokal tetapi juga merepresentasikan sejarah dan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi toponimi selanjutnya dan memberikan wawasan baru tentang pentingnya pelestarian sejarah lokal.</p>Nela Tazmil MaghfirohShoim Anwar
Hak Cipta (c) 2025 LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2025-10-022025-10-025210.60155/leksis.v5i2.549Analisis Dinamika Kepribadian Tokoh William dalam Novel William Karya Risa Saraswati
https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis/article/view/682
<p>Karya sastra seringkali menghadirkan kompleksitas psikologis tokoh yang dapat merefleksikan dinamika kepribadian manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh William dalam novel <em>William</em> karya Risa Saraswati dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik baca dan catat dalam pengumpulan data. Data berupa kutipan teks yang relevan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh William mengalami distribusi energi psikis yang meliputi aktivitas berpikir, membedakan, dan mengingat. Energi tersebut dikelola oleh id, ego, dan superego yang secara bergantian memengaruhi sikap serta keputusan tokoh. Insting tokoh William ditunjukkan melalui insting hidup (<em>life instinct</em>) berupa dorongan mempertahankan hidup, berinteraksi sosial, berkarya melalui musik, dan cinta terhadap orang tua, sedangkan insting mati (<em>death instinct</em>) tampak dalam perilaku agresif, penghukuman diri, hingga sikap pasrah terhadap kematian. Selain itu, tokoh William juga mengalami tiga bentuk kecemasan, yaitu kecemasan realistis, kecemasan neurotis, dan kecemasan moral, yang memperlihatkan pergulatan batin yang kompleks. Temuan ini mengindikasikan bahwa novel <em>William</em> bukan sekadar karya fiksi, melainkan juga representasi konflik psikis manusia yang dapat dipahami melalui perspektif psikoanalisis. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian psikologi sastra dan membuka peluang penelitian lanjutan dengan pendekatan interdisipliner yang lebih luas.</p>Etty UmamyReni Triwulan SariKhoirul Efendiy
Hak Cipta (c) 2026 LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2025-10-022025-10-025210.60155/leksis.v5i2.682Pengaruh Ekstrakurikuler Pramuka dan Minat Terhadap Keterampilan Berbicara
https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis/article/view/684
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh mengikuti ekstrakurikuler pramuka dan tidak mengikuti ekstrakurikuler pramuka terhadap keterampilan berbicara; 2) pengaruh minat tinggi dan minat rendah terhadap keterampilan berbicara; 3) pengaruh ekstrakurikuler pramuka dan minat terhadap keterampilan berbicara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dan desain penelitian treatment by level 2 x 2. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII B dan VII C SMP Negeri 2 Sudimoro tahun pelajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik puposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji analysis of variance (ANAVA) dua jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh mengikuti ekstrakurikuler pramuka dan tidak mengikuti ekstrakurikuler pramuka terhadap keterampilan berbicara atau diperoleh nilai sig. = 0,000 > 0,05; 2) tidak terdapat pengaruh minat tinggi dan minat rendah terhadap keterampilan berbicara atau diperoleh nilai sig. = 0,102 > 0,05; 3) tidak ada interaksi antara ekstrakurikuler pramuka dan minat terhadap keterampilan berbicara atau diperoleh nilai sig. = 0,286 > 0,05.</p>Riska AnggrainiEny SetyowatiNimas Permata Putri
Hak Cipta (c) 2025 LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2025-10-022025-10-025210.60155/leksis.v5i2.684Dinamika Keluarga dalam Pembentukan Identitas Diri Tokoh Alie Pada Novel Rumah Untuk Alie
https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis/article/view/683
<p>Keluarga merupakan lingkungan pertama yang berpengaruh terhadap pembentukan identitas individu. Ketika keluarga gagal menjalankan peran dan fungsinya, hal tersebut berisiko menimbulkan krisis identitas pada individu. Penelitian ini mengkaji dinamika keluarga disfungsional dalam novel <em>Rumah untuk Alie</em> karya Lenn Liu serta pengaruhnya terhadap pembentukan identitas tokoh Alie. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek dinamika keluarga yang dialami tokoh Alie dan menganalisis pengaruhnya terhadap aspek psikologis dalam proses pembentukan identitas diri tokoh utama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra dan teori sistem keluarga Murray Bowen. Data berupa kutipan teks dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Alie mengalami dinamika emosional, psikologis, dan sosial yang menciptakan keterputusan emosional dan luka psikologis. Ketidakmampuan Alie dalam <em>differentiation of self</em> serta kecenderungan <em>emotional cutoff</em> menyebabkan identitasnya terbentuk dalam kondisi rapuh. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dinamika keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap aspek psikologis individu. Hal itu dibuktikan dengan munculnya konflik internal, rasa tidak aman, serta kebingungan dalam peran sosial yang dialami tokoh Alie, sehingga mempengaruhi stabilitas emosional dan pengambilan keputusan dalam kehidupannya.</p>Wahyu Nova DanicaBakti SutopoRiza Dwi Tyas Widoyoko
Hak Cipta (c) 2025 LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2025-10-022025-10-025210.60155/leksis.v5i2.683