Wujud Menghargai Alam dalam Cerita Rakyat Gunung Lokon dan Gunung Kalabat dari Sulawesi Utara
DOI:
https://doi.org/10.60155/leksis.v6i1.765Kata Kunci:
Menghargai Alam, Ekologi Sastra, Cerita RakyatAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengungkap wujud menghargai alam dalam Cerita Rakyat ”Gunung Lokon dan Gunung Kabalat” dari Sulawesi Utara; (ii) menjelaskan pentingnya menghargai alam; dan (iii) memaparkan terkait menanamkan kebiasaan menghargai alam sejak dini. Metode kualitatif bersifat deskriptif diadopsi dalam penelitian ini. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi literatur sebagai acuan utama dalam pengumpulan data. Penelitian ini memiliki objek, yakni Cerita Rakyat ”Gunung Lokon dan Gunung Kalabat” dari Sulawesi Utara. Ditulis oleh Oldrie Sorey; disunting oleh Setyo Untoro; ilustrator oleh Studi Plankton; dan penata letak oleh Papa Yan. Diterbitkan pada tahun 2016 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Intrumen dalam penelitian ini berupa perangkat elektronik seperti laptop, handphone, dan buku catatan. Proses analisis data penelitian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan yang terstruktur. Pertama, secara induktif dan interpretatif. Kedua, mereduksi data. Ketiga, interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan Cerita Rakyat ”Gunung Lokon dan Gunung Kalabat” dari Sulawesi Utara menyuguhkan pembelajaran berharga betapa pentingnya menghargai alam. Melalui tokoh-tokoh di dalam cerita, pembaca diberikan pemahaman bahwa manusia mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan alam. Kemudian, Cerita Rakyat ”Gunung Lokon dan Gunung Kalabat” juga menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan menghargai alam sejak dini. Anak-anak perlu dibiasakan sejak dini untuk menjaga alam melalui cara-cara sederhana seperti menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya, dan merawat makhluk hidup lainnya.

