Asal Usul Nama-Nama Dusun di Desa Barengkrajan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.60155/leksis.v5i2.549Kata Kunci:
Asal-Usul, Nama Desa, Nama Dusun, ToponimiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etimologi nama-nama dusun di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keragaman nama-nama dusun yang masing-masing memiliki narasi sejarah yang berbeda di wilayah tersebut. Penelitian ini meneliti empat dusun, yaitu Barengkrajan, Sidorono, Bantengan, dan Badas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, perekaman, transkripsi, penerjemahan, dan dokumentasi. Data diperoleh melalui informan, khususnya tokoh masyarakat dan penduduk lokal yang memiliki keahlian dalam sejarah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan Dusun Barengkrajan berkaitan dengan peristiwa bersejarah, yaitu pertikaian antara Pandensari dan Mbah Serigo. Nama Dusun Sidorono berasal dari interpretasi masyarakat terhadap istilah "Sidha Rana," yang berarti menuju kebijakan yang lebih baik. Penamaan Dusun Bantengan merujuk pada tradisi permainan bantengan yang populer di kalangan masyarakat setempat. Sedangkan asal-usul Dusun Badas masih belum sepenuhnya jelas, namun diyakini muncul akibat pemekaran wilayah setelah kemerdekaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penamaan dusun di Desa Barengkrajan tidak hanya mencerminkan identitas lokal tetapi juga merepresentasikan sejarah dan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi toponimi selanjutnya dan memberikan wawasan baru tentang pentingnya pelestarian sejarah lokal.

