DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA <p>ISSN: 2807-808X (Online)<br />ISSN: 2807-825X (Cetak)<br />DOI: <a href="https://doi.org/10.60155/DWK">doi.org/10.60155/DWK</a><br />Penerbit: STKIP PGRI Ponorogo Press<br />Alamat: Jalan Ukel No. 39, Kertosari, Babadan, Ponorogo<br />Email: jurnaldiwangkarastkippo@gmail.com</p> <p>Frekuensi terbitan<br />Dua kali dalam setahun<br />Agustus - Februari</p> id-ID suprapto_pbsi@stkippgriponorogo.ac.id (Suprapto) pramudiyanto_pbj@stkippgriponorogo.ac.id (Ahmad Pramudiyanto) Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Tindak Tutur Representatif pada Tuturan Tokoh Utama dalam Film Tilik https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/665 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur representatif yang digunakan oleh tokoh utama, Bu Tejo, dalam film pendek Tilik. Tindak tutur representatif merupakan jenis tuturan yang menyatakan sesuatu yang diyakini benar oleh penutur, seperti menyatakan, melaporkan, menuduh, membandingkan, hingga menyimpulkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data berupa transkrip dialog Bu Tejo yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Analisis dilakukan berdasarkan teori tindak tutur Searle, dengan fokus pada identifikasi dan interpretasi fungsi ilokusi representatif dalam konteks sosial budaya masyarakat desa yang direpresentasikan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bu Tejo menggunakan berbagai bentuk tindak tutur representatif, seperti konfirmasi, pernyataan, tuduhan, evaluasi, hingga afirmasi, yang tidak hanya membangun karakter tokoh, tetapi juga memengaruhi opini dan persepsi sosial penonton. Tuturan Bu Tejo sering kali menghadirkan opini pribadi sebagai fakta, memperkuat stereotip, dan mencerminkan dinamika komunikasi serta budaya tutur masyarakat. Temuan ini menunjukkan peran penting tindak tutur representatif dalam membangun narasi, karakterisasi, serta penyampaian pesan sosial dalam media film. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian pragmatik, khususnya dalam memahami praktik kebahasaan pada media audiovisual dan dinamika komunikasi dalam budaya populer.</p> <p>&nbsp;</p> Alfiah Hidayatul Ummah Hak Cipta (c) 2026 DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/665 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 Kritik Parodi Kepemimpinan Sastra Wayang dalam Lakon Kuntul Wilaten https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/611 <p> Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk kritik parodi terhadap kepemimpinan dalam lakon wayang Kuntul Wilaten. Fokus kajian ini adalah bagaimana tokoh-tokoh dalam lakon tersebut merepresentasikan figur pemimpin melalui pendekatan simbolik dan satiris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap teks lakon Kuntul Wilaten yang kemudian dianalisis berdasarkan unsur kritik dan parodi dalam representasi kepemimpinan tokoh-tokohnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Prabu Durjudana, Patih Sengkuni, Adipati Karna, dan Danghyang Durna merupakan representasi kritik terhadap gaya kepemimpinan yang manipulatif, berorientasi pada citra, serta mengabaikan integritas moral. Sementara itu, tokoh Pandawa dan Dewi Kuntul Wilaten menghadirkan alternatif kepemimpinan berbasis nilai kebijaksanaan, kejujuran, dan kerendahan hati. Parodi digunakan secara efektif sebagai alat untuk menyampaikan kritik sosial-politik terhadap elite kekuasaan yang tidak siap diuji secara etis dan spiritual. Lakon ini relevan untuk merefleksikan model kepemimpinan ideal di tengah krisis etika politik masa kini.</p> Anik Kunhanifah, Suwardi Endraswara, Angga Bimo Satoto Hak Cipta (c) 2026 DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/611 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 Nilai Pendidikan Karakter pada Cerkak Nandur ing Lemah Cengkar Karya Budi Wahyono https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/693 <p><em>Cerkak</em><em>&nbsp;merupakan karya sastra Jawa dan salah satu materi ajar di sekolah. Dalam pemilihan cerkak harus mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Untuk mengetahui apakah sebuah cerkak mengandung nilai-nilai pendidikan karakter maka perlu adanya penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerkak pada </em><em>crita wacan bocah majalah Jaya Baya</em><em>&nbsp;edisi nom</em><em>o</em><em>r 07 Minggu III Oktober 2025 &nbsp;&nbsp;yang berjudul Nandur ing Lemah Cengkar karya Budi Wahyono. </em><em>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat.</em><em>&nbsp;Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan alat penunjang lainnya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik conten analysis. Teknik penyajian</em><em>&nbsp;</em><em>hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan penulis mengenai pendidikan, adalah: 1) Rasa Ingin Tahu,2) Persahabatan, 3) Peduli Sosial, 4) Bermanfaat Bagi Orang Lain, 5) Kreatif, 6) Rajin, 7) Berayukur, 8) Gemar Membaca. Pendidikan tersebut masih relevan dengan kondisi sekarang dan sangat bagus jika diterapkan untuk materi pembelajaran pendidikan karakter dan bahan ajar bahasa Jawa di sekolah menengah. </em></p> Dyah Kurniawati, Anas Ahmadi Hak Cipta (c) 2026 DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/693 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 Makna Ubarampe dalam Tradisi Srakalan Desa Jono, Bayan, Purworejo Kajian Semiotika Roland Barthes https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/645 <p>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan mengungkap makna-makna terselubung dalam ubarampe srakalan melalui teori semiotika Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan sesepuh Desa Jono, lalu dianalisis menggunakan konsep Barthes tentang denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiap ubarampe seperti minyak wangi, uang, beras, air bunga, tumpeng, dan jenang merah dan putih mewakili struktur makna berlapis yang mencerminkan relasi manusia dengan masyarakat, alam, dan Tuhan. Ubarampe tidak hanya melambangkan doa dan harapan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan identitas dan pengendalian nilai-nilai luhur yang hendak ditanamkan kepada anak. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi srakalan merupakan ruang simbolik tempat budaya, spiritualitas, dan harapan hidup berdialog secara intens dalam bingkai sistem tanda yang hidup pada masyarakat Jawa.</p> Erlangga Ananta Riesa Wijaya, Aris Aryanto, Intan Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/645 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kesalahan Berbahasa Jawa pada Unggahan Akun Instagram @Jombangmbois https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/657 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa Jawa dalam unggahan akun Instagram <em>@jombangmbois</em> serta menafsirkan makna sosial dan budaya di balik kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologis. Data diambil dari unggahan akun Instagram <em>@jombangmbois</em> selama periode Januari hingga Maret 2025, dengan teknik purposive sampling untuk menyaring unggahan yang relevan. Analisis dilakukan dalam dua tahap: pertama, klasifikasi kesalahan fonologis, morfologis, dan sintaksis; kedua, interpretasi fenomenologis terhadap praktik bahasa sebagai ekspresi budaya dan identitas komunitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa Jawa tidak semata-mata merupakan penyimpangan linguistik, melainkan bagian dari dinamika budaya digital. Kesalahan tersebut sering kali bersifat disengaja dan digunakan untuk membangun keakraban, humor, serta kritik sosial. Dengan demikian, penggunaan bahasa Jawa dalam media sosial mencerminkan proses adaptasi dan transformasi nilai-nilai kebahasaan masyarakat Jombang di ruang digital.</p> Nur Imamah Maulidah Hasanah, Bagus Wahyu Setyawan Hak Cipta (c) 2026 DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/657 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 Relevansi Ajaran Asta Brata dengan Keteladanan dalam Warna-Warni Dongeng Bocah Persperktif Etika Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/766 <p>Cerita dongeng menjadi salah satu media penyampaian nilai keteladanan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi ajaran asta brata dengan keteladanan dalam <em>Warna-Warni Dongeng Bocah</em>. Penelitian kualitatif deskripstif ini menggunakan analisis isi dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian sebanyak 63 data menunjukkan keteladanan dalam dongeng relevan dengan ajaran asta brata.</p> Serdaniar Ita Dhamina, Yuniar Putri Hafsani, Heru Setiawan, Suprapto Suprapto Hak Cipta (c) 2026 DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/DIWANGKARA/article/view/766 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000