Analisis Mikrostruktural Geguritan “Surat Putih” Karya Sri Setyorahayu (Suatu Analisis Wacana)
DOI:
https://doi.org/10.60155/dwk.v3i1.344Kata Kunci:
geguritan, wacana, mikrostruktural, bahasa Jawa.Abstrak
Abstrak
Tujuan penelitian ini menjelaskan dan mendeskripsikan aspek mikrostruktural geguritan “Surat Putih” karya Sri Setyorahayu (selanjutnya disingkat GSP). Pendekatan melalui aspek mikrostruktural melihat wacana dibentuk dua segi yaitu segi hubungan bentuk dan hubungan makna. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah GSP yang termuat pada buku “Tembang dan Puisi Jawa Modern” karya Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd., dkk. tahun 2012, halaman 49. Data penelitian adalah teks GSP. Data dikumpulan dengan metode baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan dua metode yaitu metode agih dan padan. Metode agih untuk mengaji kohesi dan struktur kebahasaan wacana, sedangkan metode padan digunakan untuk mengkaji konteks. Validasi data penelitan menggunakan trianggulasi data. Setelah data dianalisis kemudian diinterpretasi dan diklasifikasi sesuai dengan tujuan penelitian serta membuat simpulan. Hasil dan kesimpulan dari penelitan menyatakan bahwa aspek mikrostruktural GSP terdiri dari kohesi gramatikal maupun leksikal. Kohesi gramatikal terdiri atas referensi, substitusi, elepsis, dan konjungsi; sedangkan kohesi leksikal terdiri dari repetisi, sinonimi, kolokasi, dan ekuivalensi.